Strategi Pemasaran Pariwisata Di Masa Pandemi Covid

Strategi Pemasaran Pariwisata Di Masa Pandemi Covid

Semua resort, maskapai, sampai agen travel segera banting harga sebagai upaya menggaet pelanggan. Namun, Ronny mencermati, titik berangkat ekonomi dan pariwisata nasional saat ini tidak sama lagi dengan tahun-tahun sebelumnya. “Di situ ada orang yang paham medis/pengelolaan rumah sakit dan ada yang paham pengelolaan perhotelan. Hospitality. Ini menarik sekali. Indonesia belum memanfaatkan ini, banyak hospital, banyak hotel tapi dua-duanya belum sinergi,” lanjut Azril. Metmowlee menambahkan, pengembangan mannequin bisnis pariwisata baru juga dapat dilakukan, seperti pariwisata medis, kesehatan, serta kebugaran yang mencakup spa, yoga, spiritual, olahraga luar ruangan, dan petualangan. KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat rasa percaya diri masyarakat untuk bepergian menjadi rendah karena situasi dan kondisi yang tidak menentu.

Bahkan, UNWTO -lembaga PBB bidang pariwisata- menyatakan pariwisata dunia turun tajam sampai sekitar 80 persen. Prediksi juga menyebut sektor ini akan paling lama pulihnya dibandingkan sektor lain. Kondisi itu disumbang oleh penutupan lintas batas yang diambil Indonesia merespons tindakan serupa yang diambil negara lain. Efeknya nyata, jumlah kedatangan turis asing ke Indonesia minus 87 persen.

Terkait virus corona yang begitu meresahkan, Indonesia menghentikan penerbangan ke China mulai Rabu, 5 Februari 2020. Hal ini adalah salah satu keputusan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Minggu, 2 Februari 2020. Kebijakan PPKM Judi Slot Online bukan merupakan pelarangan kegiatan masyarakat dan bukan menghentikan seluruh kegiatan. Kegiatan-kegiatan sektor esensial di Pulau Jawa dan Bali seperti bahan pangan, energi, ICT, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, pelayanan dasar, utilitas, obvitnas seluruhnya masih bisa berjalan.

Pariwisata disaat pandemi

Sederet tanggal merah, cuti kerja, libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk touring. Hal ini membuat intensitas liburan menjadi lebih sering dalam satu tahunnya. Akan tetapi, jika pandemi Covid-19 ini masih mewabah, sebaiknya jangan dilakukan.

Jumlah mereka ini tidak sedikit lho, ada fifty five juta orang yang masuk dalam katagori kelas menengah yang berpotensi untuk berwisata. Saya mengimbau mereka melakukan relokasi dananya untuk destinasi wisata di dalam negeri. Kalau hal ini bisa dilakukan akan besar sekali dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi. Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata selalu kami pantau secara periodik. Indikatornya hijau yang artinya berjalan, kuning yang dalam masa pemantauan dan merah untuk yang tidak berjalan atau responnya rendah.

Pemerintah pusat dan daerah harus mengkaji kembali terkait izin pembukaan tempat wisata di saat pandemi belum berakhir. Oleh karenanya, lanjut Kadri, perlu dilakukan berbagai upaya untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata dengan tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat sehingga upaya pencegahan COVID-19 tetap bisa optimal namun perekonomian bisa kembali bangkit. JAKARTA – Peningkatan kualitas tenaga kerja, khususnya digitalisasi marketing serta pelatihan ritel menjadi hal terpenting dalam pengembangan industri pariwisata saat ini. Tak dapat dipungkiri, sektor usaha pariwisata merupakan jenis bisnis yang paling terdampak dari adanya pandemi Covid-19.

Target strategi pertama kami adalah warga Jakarta yang sudah jenuh di rumah tetapi tidak memiliki akses untuk bisa pergi ke luar kota. Untuk itu, traveler lebih memilih eksplorasi ke tempat wisata yang baru dan belum ramai pengunjung. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa memilih menggunakan kendaraan pribadi jika tujuan wisata masih antar kota. Selain lebih aman, Anda juga bisa lebih menikmati pemandangan selama perjalanan ke kota wisata tujuan.

Leave a Reply