Pandemi Covid

Pandemi Covid

Industri pariwisata Indonesia berkontribusi besar bagi perekonomian, salah satu penyumbang terbesar devisa dan mampu menyerap 16,1 juta tenaga kerja . Mewabahnya pandemi corona virus membuat industri pariwisata menjadi salah satu yang terdampak Bandar Slot Online paling keras. Sebelumnya industri pariwisata sempat terkena dampak tiket pesawat mahal tapi masih mampu bertahan. Menyikapi kondisi tersebut membuat pengelola wisata tidak memiliki pilihan lain selain menutup destinasi wisata untuk sementara waktu.

Untuk itu, ia berharap pertumbuhan ekonomi DIY di triwulan ketiga dan keempat ini bisa tumbuh secara meyakinkan tapi tetap aman. Setelah proses tersebut dilakukan makaoutput-nya adalah kepuasan dan loyalitas wisatawan sehinggaoutcomeyang diharapakan adalah kunjungan kembali wisatawan dengan membawa rupiah yang lebih banyak. Untuk memperolehoutcomeyang optimal tentu saja harus didukung oleh penerapan manajemen yang baik dengan pendekatantotal high quality management. Hal ini juga didukung oleh banyaknya pintu tol di sekitar Kota Solo, sehingga sering menjadi tempat transit wisatawan yang hendak ke luar kota untuk mampir ke tempat kuliner atau sekedar jalan-jalan.

Pariwisata disaat pandemi

Jumlah ini terus mengalami kenaikan dari hari ke hari dibuktikan dengan bentuk kurva yang cenderung masih menanjak. Adanya pandemi ini menyebabkan penurunan yang signifikan terkait jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hal ini tentunya menyebabkan industri pariwisata mengalami kerugian yang cukup besar dikarenakan adanya penutupan akses bagi turis-turis mancanegara dan diberlakukannya kebijakan penutupan objek wisata itu sendiri. Kebijakan penutupan objek wisata dilakukan guna meminimalisir adanya klaster baru penyebaran COVID-19. Enam bulan dilanda pandemi COVID-19 membuat kondisi perekonomian Indonesia babak belur.

Terobosan/inovasi baru pelaku industri pariwisata sangat diperlukan dan kecepatan implementasi adalah kunci dari kemenangan kita dalam pertarungan melawan Covid-19 ini. Inilah yang terjadi ketika negara menganut sistem perekonomian Kapitalis yang menempatkan rakyat sebagai ladang untuk mengejar keuntungan semata. Padahal, jika kita mengacu pada persyaratan dari WHO, salah satunya syarat agar dapat melakukan perbaikan di berbagai sektor yaitu apabila penularan Covid 19 sudah dapat dikendalikan. Sayangnya hal ini seolah tidak masuk dalam pertimbangan pemerintah demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah dan mereka seolah mengabaikan hal tersebut.

‘’Untuk Kabupaten Blora, kami menampilkan kesenian barongan yang pertunjukannya digelar di kawasan Heritage Loco Tour di Cepu,’’ ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidangg Pariwisata Wahyu Tri Mulyani. Tahun 2020 benar-benar menjadi ujian berat bagi industri pariwisata, ditengah fenomena booming yang dialami industri ini beberapa tahun terakhir. Tidak terkecuali dengan CBET/CBT (Community Based Ecotourism/Community Based Tourism), satu model pariwisata yang digadang sebagai sebuah praktik wisata yang lebih berkelanjutan bagi aspek lingkungan, sosial dan ekonomi dibandingkan dengan praktik pariwisata mainstream. CBET/CBT juga dianggap sebagai jalan tengah, sebuah win-winsolution untuk membendung laju praktik ekonomi ekstraktif yang mungkin dapat merusak alam seperti eksploitasi hutan, pertambangan hingga perburuan satwa liar. Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia , memprediksi potensi kerugian industri pariwisata Indonesia akibat wabah virus corona COVID-19 mencapai 1,5 milliar dolar AS atau setara dengan Rp 21 triliun.

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Memantau perusahaan yang melakukan pembatasan kegiatan usaha akibat kebijakan pemerintah daerah masing-masing guna pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Mengadakan sosialisasi standar operasional prosedur berjalannya bisnis yang baik dan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan melalui media sosial, media cetak, radio dan pengiriman pesan massal melalui grup WhatsApp di masing-masing daerah. Indonesia pun masuk dalam kategori negara yang masih berjuang keras menghadapi COVID-19.

Konten dalam Wisata Virtual ini pun sangat beragam, mulai dari panorama alam, museum, pentas dan pagelaran seni, budaya adat, hingga suasana kehidupan metropolitan di Indonesia yang tersedia dalam bentuk gambar dan video. Harapannya, keberadaan tur wisata digital dapat membuat calon wisatawan merasa seperti berada di destinasi dimana mereka inginkan. Hal ini sama saja dengan menawarkan pengalaman “coba sebelum membeli” yang dapat mendorong rasa ingin bepergian. Berdasarkan panduan UNWTO, negara-negara yang selama ini menggantungkan pendapatan melalui sektor pariwisata harus mulai mengembangkan visi pariwisata berkelanjutan .

Lebih dari 2.000 resort dan 8.000 restoran tutup dengan potensi hilang pendapatan Januari- April 2020 dari sektor resort sekitar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun. Nilai itu mendarat jauh dari goal kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen. Itu saja masih dengan catatan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 bisa menyentuh 2,three persen.

Dan tren terkini dalam pariwisata yang berbasis nature dan culture yang berkualitas dan berkelanjutan. Dari segi infrastruktur kami menyiapkan sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf RI untuk pelaku industri pariwisata. Ini semua jaminan untuk kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang datang di destinasi wisata. Ini semua kita bentuk dalam payung besar dengan nama Indonesia Care disingkat I Do Care. Atraksi sebagai daya tarik utama pada suatu destinasi pariwisata juga dapat dikembangkan dengan penyelenggaraan event-event budaya, olahraga, ataupun juga yang berkaitan dengan edukasi dan teknologi.

Leave a Reply